Pada awalnya aku hanya sekadar kagum. Tapi entah mengapa semua itu berubah menjadi sesuatu yang menakjubkan. Tak ada kata-kata yang dapat menggambarkannya. Hanya senyum dan perubahan mimik wajah yang berekspresi menanggapi tentang perubahan ini. Tetapi di samping menikmati semua ini, ada perasaan yang cukup berkecamuk di hati, entah perasaan takut, gundah akan sesuatu hal yang nantinya dapat membuat aku terpuruk dalam kesedihan.
Aku bertanya berulang kali pada diriku, apakah aku pantas merasakan keindahan ini, yang sejak lama ingin aku rasakan? ya seperti orang-orang yang selalu diselimuti keindahan yang tiada tara dalam kehidupannya. Aku sering bercermin, menikmati keindahan yang ada dalam diriku, anugerah yang diberikan oleh Yang Maha Indah, Maha Segalanya.
Aku kembali merenung, bagaimana aku dapat menikmati semua ini, seraya aku bersyukur akan semua yang diberikanNya kepadaku, yang bahkan akal dan ragaku tak mampu melampaui pikiran yang sangat positif untuk menanggapi segala hal yang aku rasa indah ini. Pada dasarnya aku menganggap ini hanya sesuatu yang menjadi pewarna dalam aktivitas yang cukup menyita pikiran, akal, tenaga, uang dan segala hal yang memerlukan perjuangan dan kerja keras.
Untuk sejenak aku bahagia akan keindahan yang diberikan kepadaku ini. Aku mulai menikmati semua ini tetapi dengan perasaan yang tak menentu, entah ada berbagai perasaan yang membuat diriku gelisah. Aku takut ini hanya kenikmatan sesaat yang aku rasakan, perasaan yang hanya datang untuk menguji kesabaranku, perasaan yang datang sementara dan nantinya hanya dapat membuat diriku terpuruk dalam kesedihan, penyesalan, atau bahkan kebahagiaan yang tiada taranya yang sebelumnya tidak pernah aku rasakan dalam kehidupan yang telah lalu. Meskipun begitu aku tetap bersyukur dan memanfaatkan ini semua untuk mendapatkan kebahagiaan lain yang dapat membuat diriku yakin bahwa kenikmatan, keindahan, semua yang aku rasakan ini memang hak dan milikku yang diberikanNya dalam kehidupanku untuk membuat hidupku lebih berwarna.
Aku berusaha menanggapi anugerah ini. Aku tidak akan membiarkan hal yang diberikanNya ini menjadi sesuatu hal yang sia-sia. Namun aku tak boleh lupa bahwa yang diberikan ini hanyalah bersifat sementara. Hatiku selalu merasakan ketidaktenangan. Hatiku takut kalau kehilangan ini semua. Namun keindahan yang diberikan olehNya tidak akan habis dimakan oleh waktu. Semua keindahan, kenikmatan, kebahagiaan pasti akan datang pada setiap orang, namun dengan kurun waktu yang tidak diketahui oleh siapapun, kapanpun, dimanapun seseorang itu berada. Diri ini berkataa "Aku harus berusaha menanamkan rasa itu, bahwa ini adalah kenikmatan yang diberikanNya untukku. Janganlah diri ini menyia-nyiakan semua ini".
Mulai saat itu aku berusaha yakin, bahwa ini semua adalah untukku yang diberikanNya, agar aku dapat memanfaatkannya agar aku tidak menyesal di kemudian hari. Dengan rasa Cinta, kasih sayang, yang diberikan olehNya aku bertekad untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Aku berusaha membahagiakan orang-orang yang sangat aku cintai. Kini aku yakin bahwa aku tidak hanya sekadar mengagumi tetapi lebih dari itu...
Aku bertanya berulang kali pada diriku, apakah aku pantas merasakan keindahan ini, yang sejak lama ingin aku rasakan? ya seperti orang-orang yang selalu diselimuti keindahan yang tiada tara dalam kehidupannya. Aku sering bercermin, menikmati keindahan yang ada dalam diriku, anugerah yang diberikan oleh Yang Maha Indah, Maha Segalanya.
Aku kembali merenung, bagaimana aku dapat menikmati semua ini, seraya aku bersyukur akan semua yang diberikanNya kepadaku, yang bahkan akal dan ragaku tak mampu melampaui pikiran yang sangat positif untuk menanggapi segala hal yang aku rasa indah ini. Pada dasarnya aku menganggap ini hanya sesuatu yang menjadi pewarna dalam aktivitas yang cukup menyita pikiran, akal, tenaga, uang dan segala hal yang memerlukan perjuangan dan kerja keras.
Untuk sejenak aku bahagia akan keindahan yang diberikan kepadaku ini. Aku mulai menikmati semua ini tetapi dengan perasaan yang tak menentu, entah ada berbagai perasaan yang membuat diriku gelisah. Aku takut ini hanya kenikmatan sesaat yang aku rasakan, perasaan yang hanya datang untuk menguji kesabaranku, perasaan yang datang sementara dan nantinya hanya dapat membuat diriku terpuruk dalam kesedihan, penyesalan, atau bahkan kebahagiaan yang tiada taranya yang sebelumnya tidak pernah aku rasakan dalam kehidupan yang telah lalu. Meskipun begitu aku tetap bersyukur dan memanfaatkan ini semua untuk mendapatkan kebahagiaan lain yang dapat membuat diriku yakin bahwa kenikmatan, keindahan, semua yang aku rasakan ini memang hak dan milikku yang diberikanNya dalam kehidupanku untuk membuat hidupku lebih berwarna.
Aku berusaha menanggapi anugerah ini. Aku tidak akan membiarkan hal yang diberikanNya ini menjadi sesuatu hal yang sia-sia. Namun aku tak boleh lupa bahwa yang diberikan ini hanyalah bersifat sementara. Hatiku selalu merasakan ketidaktenangan. Hatiku takut kalau kehilangan ini semua. Namun keindahan yang diberikan olehNya tidak akan habis dimakan oleh waktu. Semua keindahan, kenikmatan, kebahagiaan pasti akan datang pada setiap orang, namun dengan kurun waktu yang tidak diketahui oleh siapapun, kapanpun, dimanapun seseorang itu berada. Diri ini berkataa "Aku harus berusaha menanamkan rasa itu, bahwa ini adalah kenikmatan yang diberikanNya untukku. Janganlah diri ini menyia-nyiakan semua ini".
Mulai saat itu aku berusaha yakin, bahwa ini semua adalah untukku yang diberikanNya, agar aku dapat memanfaatkannya agar aku tidak menyesal di kemudian hari. Dengan rasa Cinta, kasih sayang, yang diberikan olehNya aku bertekad untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Aku berusaha membahagiakan orang-orang yang sangat aku cintai. Kini aku yakin bahwa aku tidak hanya sekadar mengagumi tetapi lebih dari itu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar